Teruntuk wanitaku di biru ragu,
Aku tahu kau jemu lihatku bisu
Kata hilang makna
Saat nyata terbata
Aku tiada daya
Walau masih bernyawa
Aku sadar
Tapi tak ingkar
Walau getar makin datar
Takkan gentar kutantang fajar
Teruntuk wanitaku di peluk suntuk,
Jujur aku t'lah lebur mengubur tutur
Tapi uzur umur takkan buatku luntur
Percayalah,
Meski lelah
Takkan kalah ku pecah gundah
Teruntuk wanitaku di lelap pengap,
Aku akui t'lah lengah
Jengah memisah jelantah
Tapi yakinlah, aku masih tegar memekar damar
Membuluh suluh, berbakar peluh
Mendulang remang, jadikan terang
Teruntuk wanitaku di jerit sakit,
Walau kulepas masa dari raga
Kau tetap 'kan jingga di jelaga dahaga jiwa

Kau Pemilik Hati ku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar